Kisah mengenai nomor punggung 10 AS Roma kembali menjadi perhatian setelah Francesco Totti mengungkap sebuah cerita di balik kedatangan Paulo Dybala ke ibu kota Italia pada musim panas 2022.
Saat Dybala resmi bergabung dengan Roma, muncul kemungkinan bahwa pemain asal Argentina tersebut akan mengenakan nomor 10 yang selama bertahun-tahun identik dengan Totti.
Namun, rencana tersebut tidak pernah terwujud.
Dybala akhirnya memilih nomor 21, angka yang sudah melekat dalam perjalanan kariernya, sedangkan nomor 10 tetap tidak digunakan oleh pemain Roma sejak Totti meninggalkan sepak bola profesional.
Dalam autobiografinya yang terbaru, Oltre, Totti menceritakan bahwa manajemen Roma ternyata sempat memiliki gagasan untuk memberikan nomor keramat tersebut kepada Dybala.
Bahkan, klub disebut ingin Totti sendiri yang menyerahkan nomor 10 kepada Dybala dalam acara perkenalan sang pemain.
Namun, Totti menolak terlibat dalam rencana tersebut.
Roma Sempat Ingin Dybala Pakai Nomor 10
Dybala datang ke Roma setelah meninggalkan Juventus pada musim panas 2022. Kepindahan tersebut menjadi salah satu transfer besar Serie A pada periode tersebut.
Sebagai pemain yang sebelumnya pernah mengenakan nomor 10 di Juventus, Dybala sebenarnya memiliki pengalaman dengan nomor yang memiliki beban sejarah besar.
Di Juventus, nomor tersebut sebelumnya identik dengan Alessandro Del Piero. Dybala kemudian mengambil alih nomor 10 dan menjadi salah satu pemain penting klub Turin tersebut.
Karena itu, ketika pindah ke Roma, muncul spekulasi bahwa Dybala dapat kembali mengenakan nomor 10.
Situasinya menjadi lebih menarik karena nomor tersebut sebelumnya merupakan milik Totti.
Dalam buku Oltre, Totti mengungkap bahwa manajemen Roma memang sempat mempertimbangkan skenario tersebut.
"Ketika Paulo tiba di Roma, klub secara tidak langsung menyampaikan pesan kepada saya. Mereka ingin memberinya nomor 10 dan ingin saya yang menyerahkannya saat presentasi resmi," ungkap Totti, sebagaimana dikutip La Gazzetta dello Sport.
Namun, respons Totti terhadap gagasan tersebut cukup tegas.
"Mereka semua gila," demikian inti jawaban Totti ketika pertama kali mengetahui rencana tersebut.
Bagi Totti, persoalannya bukan sekadar nomor punggung.
Nomor 10 Roma telah memiliki makna yang sangat besar bagi suporter dan sejarah klub setelah digunakan Totti sepanjang kariernya di Stadio Olimpico.
Dybala Akhirnya Memilih Nomor 21
Pada akhirnya, Dybala tidak menggunakan nomor 10.
Ia memilih nomor 21, angka yang sudah sangat erat dengan perjalanan kariernya sejak membela Palermo dan kemudian Juventus.
Pilihan tersebut juga tidak mengejutkan karena nomor 21 memiliki arti tersendiri bagi Dybala.
Saat pertama kali tiba di Roma, Dybala bahkan sempat ditanya mengenai kemungkinan menggunakan nomor 10 milik Totti. Ketika itu, pemain Argentina tersebut tidak memberikan jawaban tegas.
Dybala hanya menjawab singkat, "Sorpresa", ketika ditanya apakah dirinya akan menggunakan nomor 10.
Namun, kejutan tersebut tidak pernah terjadi.
Nomor 21 akhirnya tetap menjadi nomor yang dikenakan Dybala selama membela Roma.
Keputusan tersebut sekaligus membuat nomor 10 tetap kosong setelah Totti pensiun.
Totti Tidak Pernah Secara Resmi Meminta Nomor Itu Dipensiunkan
Meski nomor 10 Roma sangat identik dengan Totti, sang legenda menegaskan bahwa dirinya bukan pihak yang secara resmi meminta klub untuk memensiunkan nomor tersebut.
Totti mengatakan keputusan untuk tidak menggunakan nomor 10 lebih banyak berasal dari penghormatan suporter terhadap sejarahnya bersama Roma.
"Sejak saya berhenti bermain, tidak ada yang memakai nomor tersebut di klub yang saya cintai. Bukan karena pilihan saya, melainkan karena masyarakat, penjaga sebenarnya dari harta itu," kata Totti dalam autobiografinya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Totti tidak menganggap nomor 10 sebagai milik pribadinya.
Ia justru menilai suporter Roma memiliki peran penting dalam menentukan bagaimana nomor tersebut diperlakukan setelah dirinya pensiun.
Secara resmi, nomor 10 Roma memang belum dipensiunkan.
Namun, tidak ada pemain yang mengambilnya sejak Totti memainkan pertandingan terakhirnya untuk klub pada 2017.
Situasi itu membuat nomor 10 berada dalam posisi unik.
Secara administratif nomor tersebut masih tersedia, tetapi secara simbolis memiliki bobot sejarah yang sangat besar.
Dybala Sebenarnya Bisa Menjadi Penerus Totti
Menariknya, Totti tidak sepenuhnya menutup kemungkinan bahwa suatu hari pemain lain dapat menggunakan nomor 10.
Dalam konteks Dybala, Totti bahkan disebut terbuka dengan kemungkinan pemain Argentina itu menjadi penerusnya.
Dybala memiliki sejumlah karakteristik yang membuatnya mudah diterima oleh pendukung Roma.
Ia merupakan pemain kreatif, memiliki kemampuan teknis tinggi, mampu mencetak gol sekaligus menciptakan peluang, dan dengan cepat menjadi salah satu figur penting di klub.
Karena itu, secara sepak bola, Dybala dianggap memiliki kapasitas untuk memakai nomor yang pernah digunakan Totti.
Tetapi persoalannya tidak sesederhana kualitas di lapangan.
Nomor 10 Totti sudah menjadi simbol identitas Roma selama lebih dari dua dekade.
Totti menghabiskan hampir seluruh karier profesionalnya bersama Roma. Ia bergabung dengan akademi klub sebelum menembus tim utama dan kemudian berkembang menjadi kapten sekaligus salah satu pemain paling ikonik dalam sejarah Giallorossi.
Ia memenangkan Serie A bersama Roma pada 2000-2001, dua gelar Coppa Italia, dan dua Supercoppa Italiana.
Lebih dari sekadar gelar, Totti juga membangun hubungan yang sangat kuat dengan suporter.
Itulah yang membuat nomor 10 memiliki arti berbeda dibandingkan nomor punggung lainnya.
Presentasi Dybala Tanpa Nomor 10
Pada akhirnya, presentasi Dybala sebagai pemain Roma berlangsung tanpa seremoni penyerahan nomor 10.
Pemain Argentina tersebut kemudian mengenakan nomor 21 dan langsung menjadi salah satu pemain utama dalam proyek Jose Mourinho.
Pilihan tersebut terbukti menjadi bagian penting dari identitas Dybala di Roma.
Ia tidak perlu menggunakan nomor 10 untuk mendapatkan tempat khusus di hati suporter.
Sejak musim pertamanya, Dybala menunjukkan kualitas yang membuatnya menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di lini serang Roma.
Kehadirannya juga memberikan dimensi teknis berbeda bagi tim.
Dybala mampu bermain di belakang penyerang, bergerak dari sisi kanan, atau menjadi pemain yang menghubungkan lini tengah dengan lini depan.
Karena itu, Roma tidak membutuhkan nomor 10 Totti untuk menjadikan Dybala sebagai pemain penting.
Mengapa Totti Menolak Terlibat?
Keputusan Totti untuk menolak permintaan klub juga memiliki alasan tersendiri.
Ia tidak ingin dirinya menjadi pihak yang seolah-olah memberikan atau mengizinkan penggunaan nomor 10.
Menurut Totti, keputusan mengenai masa depan nomor tersebut seharusnya tidak dibebankan kepadanya.
Ia tidak ingin ada situasi ketika dirinya dianggap sebagai orang yang menentukan siapa yang pantas memakai nomor 10 setelah dirinya pensiun.
Totti juga menyadari bahwa nomor tersebut bukan hanya miliknya.
Nomor 10 sudah menjadi bagian dari sejarah Roma dan memiliki makna emosional bagi para pendukung.
Karena itu, ketika klub meminta Totti menyerahkan nomor tersebut kepada Dybala, ia justru memilih menjauh dari proses tersebut.
Nomor 10 Tetap Menjadi Warisan Totti
Kisah tersebut menunjukkan betapa kuatnya hubungan Totti dengan nomor 10 Roma.
Pada akhirnya, Dybala tidak pernah mengenakan nomor tersebut. Ia tetap memilih nomor 21, sementara nomor 10 terus berada dalam keadaan tidak digunakan.
Menariknya, keputusan itu bukan semata-mata karena larangan atau permintaan Totti.
Justru, Totti sendiri mengatakan bahwa dirinya bukan pihak yang meminta nomor tersebut dipensiunkan.
Penghormatan datang dari lingkungan klub dan terutama para suporter yang menganggap nomor 10 sebagai bagian dari warisan sang legenda.
Dybala pun akhirnya membangun warisannya sendiri di Roma tanpa harus mengambil simbol terbesar milik Totti.
Sementara itu, pengakuan terbaru Totti memberikan gambaran bahwa pada 2022 pernah ada peluang bagi sejarah tersebut untuk berubah.
Jika saat itu Dybala menerima nomor 10 dan Totti bersedia menyerahkannya dalam acara presentasi, salah satu simbol paling kuat dalam sejarah Roma mungkin akan memiliki penerus.
Namun, Totti memilih tidak mengambil peran tersebut.
Nomor 10 pun tetap menjadi nomor yang tidak disentuh sejak kepergiannya.
Bagi Roma, angka tersebut bukan sekadar identitas di bagian belakang jersey. Nomor 10 telah menjadi pengingat terhadap lebih dari dua dekade pengabdian Totti dan hubungan khusus yang dibangun sang legenda dengan klub serta para pendukungnya.
