Manchester United mendapatkan keuntungan finansial dari keputusan Ruben Amorim melanjutkan kariernya bersama AC Milan. Setelah memecat pelatih asal Portugal tersebut pada Januari 2026, Manchester United semula menghadapi kewajiban pembayaran kompensasi yang nilainya dapat mencapai 16,7 juta poundsterling.

Namun, kewajiban tersebut tidak sepenuhnya harus ditanggung Manchester United.

Kepindahan Amorim ke AC Milan membuat beban kompensasi yang harus dibayarkan klub Inggris tersebut berkurang secara signifikan. Dalam laporan keuangan terbaru Manchester United, jumlah yang akhirnya dibayarkan kepada Amorim tercatat sekitar 8,5 juta poundsterling atau setara dengan kurang lebih Rp201 miliar.

Artinya, Manchester United berhasil menghindari pembayaran sekitar 8,2 juta poundsterling dibandingkan potensi kewajiban maksimal yang sebelumnya tercatat.

Situasi tersebut berkaitan dengan klausul dalam kesepakatan pemutusan kontrak Amorim. Ketika Manchester United mengakhiri masa kerja sang pelatih pada Januari 2026, klub masih memiliki kewajiban finansial karena kontrak Amorim belum berakhir.

Amorim sebelumnya menandatangani kontrak yang membuatnya tetap terikat dengan Manchester United hingga Juni 2027. Pemecatan sebelum berakhirnya kontrak membuat klub harus menanggung kompensasi bagi sang pelatih dan staf kepelatihannya.

Pada tahap awal, Manchester United mencatat potensi biaya sekitar 16,7 juta poundsterling terkait kepergian Amorim dan tim kepelatihannya. Angka tersebut kemudian menjadi perhatian karena klub harus membayar kompensasi meski hubungan kerja telah berakhir.

Akan tetapi, terdapat ketentuan yang memungkinkan nilai pembayaran berkurang apabila Amorim kembali mendapatkan pekerjaan sebagai pelatih.

Kesempatan tersebut datang ketika AC Milan menunjuk Amorim sebagai pelatih baru.

Amorim bergabung dengan klub Italia tersebut setelah Milan mengakhiri kerja sama dengan Massimiliano Allegri. Pelatih asal Portugal itu kemudian disiapkan untuk memimpin Rossoneri dalam upaya membangun kembali skuad setelah Milan menutup musim 2025/2026 dengan finis di posisi kelima Serie A. Reuters melaporkan Amorim mendapatkan kontrak berdurasi dua tahun, meski detail finansial kontraknya tidak diumumkan secara resmi.

Kepindahan itu sekaligus memberikan dampak langsung bagi Manchester United.

Begitu Amorim kembali bekerja sebagai pelatih, kewajiban Manchester United untuk membayar seluruh kompensasi yang sebelumnya diproyeksikan menjadi berkurang. Dengan kata lain, pekerjaan baru Amorim di Milan turut mengurangi beban finansial klub yang sebelumnya memecatnya.

Laporan keuangan Manchester United yang terbaru memberikan gambaran lebih jelas mengenai nilai tersebut. Klub mencatat pembayaran sekitar 8,5 juta poundsterling kepada Amorim setelah pemutusan kontraknya.

Jumlah itu memang masih menjadi pengeluaran besar bagi Manchester United. Namun, angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan potensi kewajiban maksimal sebesar 16,7 juta poundsterling yang sebelumnya diperkirakan.

Perbedaan tersebut membuat kepindahan Amorim ke Milan memiliki konsekuensi finansial yang menguntungkan bagi Manchester United.

Dengan perhitungan sederhana, klub berhasil mengurangi potensi beban sekitar 8,2 juta poundsterling. Jika dikonversikan menggunakan nilai tukar yang digunakan sejumlah laporan, penghematan tersebut berada di kisaran Rp190 miliar hingga Rp200 miliar. Sementara pembayaran aktual sekitar 8,5 juta poundsterling setara dengan kurang lebih Rp201 miliar berdasarkan nilai tukar yang dilaporkan saat ini.

Kisah tersebut bermula ketika Manchester United memutuskan mengakhiri era Amorim pada awal Januari 2026.

Amorim datang ke Old Trafford pada November 2024 untuk menggantikan Erik ten Hag. Kedatangannya sempat membawa harapan baru bagi Manchester United setelah kesuksesannya bersama Sporting CP.

Namun, perjalanan Amorim di Manchester United tidak berlangsung sesuai harapan klub.

Pada akhirnya, manajemen memutuskan untuk mengakhiri masa kerja Amorim setelah serangkaian hasil yang tidak memenuhi ekspektasi. Pemecatan tersebut diumumkan pada Januari 2026, setelah Manchester United bermain imbang 1-1 melawan Leeds United. Amorim meninggalkan klub setelah sekitar 14 bulan menangani tim utama.

Keputusan tersebut membuat Manchester United harus menghadapi konsekuensi finansial dari pemutusan kontrak.

Namun, situasi berubah beberapa bulan kemudian ketika Amorim mendapatkan pekerjaan baru di Italia.

AC Milan menjadi klub yang memberikan kesempatan kedua kepada Amorim di level elite Eropa. Klub asal San Siro tersebut memilih pelatih Portugal itu untuk menggantikan Allegri dan memulai proyek baru.

Bagi Manchester United, penunjukan tersebut bukan hanya kabar mengenai perjalanan karier Amorim. Ada konsekuensi langsung terhadap neraca keuangan klub.

Kesepakatan kerja baru Amorim dengan Milan membuat Manchester United tidak perlu menanggung seluruh nilai kompensasi yang sebelumnya diperkirakan. Klausul terkait pekerjaan baru sang pelatih menjadi salah satu faktor yang mengurangi jumlah kewajiban tersebut.

Hal ini menjadi semakin penting karena Manchester United juga sedang berusaha mengendalikan kondisi keuangan klub.

Dalam laporan keuangan terbaru, Manchester United masih mencatat kerugian tahunan. Karena itu, pengurangan kewajiban dari kompensasi Amorim menjadi salah satu faktor yang dapat membantu klub membatasi pengeluaran akibat keputusan pergantian pelatih.

Laporan The Independent menyebut biaya pemecatan Amorim yang akhirnya harus ditanggung Manchester United berada di angka sekitar 8,5 juta poundsterling. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan potensi kewajiban 16,7 juta poundsterling yang sebelumnya tercatat sebagai eksposur maksimum klub.

Kondisi tersebut juga menunjukkan bagaimana klausul kontrak dapat memberikan dampak besar terhadap keuangan klub sepak bola.

Pemecatan seorang pelatih bukan hanya persoalan teknis. Ketika kontrak masih berlaku, klub harus memperhitungkan gaji, kompensasi, serta kemungkinan kewajiban lainnya. Nilainya dapat menjadi sangat besar apabila kontrak memiliki durasi panjang.

Manchester United mengalami situasi tersebut ketika mengakhiri kerja sama dengan Amorim.

Namun, klub kemudian memperoleh keuntungan tidak langsung setelah Amorim kembali bekerja.

Dari perspektif Manchester United, penunjukan Amorim oleh AC Milan menjadi perkembangan yang membantu mengurangi beban pembayaran. Sementara bagi Amorim, kesempatan tersebut memberikan ruang untuk kembali ke dunia kepelatihan setelah meninggalkan Old Trafford.

AC Milan sendiri memiliki alasan untuk memilih Amorim. Klub Italia tersebut membutuhkan pelatih baru setelah melewati musim yang tidak sesuai harapan. Milan mengakhiri musim Serie A 2025/2026 di peringkat kelima dan gagal mendapatkan tiket Liga Champions.

Amorim kemudian dipercaya untuk membawa Milan memasuki fase baru.

Pelatih berusia 41 tahun itu datang dengan reputasi yang dibangun selama menangani Sporting CP. Ia sebelumnya berhasil membawa klub Portugal tersebut meraih gelar liga dan membangun tim dengan pendekatan permainan yang menjadi identitasnya.

Kini, Amorim memiliki kesempatan untuk membuktikan kembali kemampuannya di Italia.

Sementara itu, Manchester United dapat melihat perkembangan tersebut dari sisi yang berbeda. Kepergian Amorim memang membuat klub harus mengeluarkan uang untuk kompensasi, tetapi kepindahan sang pelatih ke Milan membantu menekan angka yang harus dibayarkan.

Dengan pembayaran aktual sekitar 8,5 juta poundsterling, Manchester United tidak perlu mengeluarkan seluruh potensi kompensasi sebesar 16,7 juta poundsterling.

Secara finansial, selisih tersebut menjadi penghematan yang cukup besar.

Bagi Manchester United, angka sekitar Rp200 miliar bukan jumlah kecil. Terlebih, uang tersebut merupakan pengeluaran yang muncul akibat pergantian pelatih sebelum kontrak berakhir.

Karena itu, keputusan AC Milan merekrut Amorim memberikan efek yang tidak biasa bagi Manchester United.

Di satu sisi, Milan mendapatkan pelatih baru untuk memimpin proyek mereka. Di sisi lain, Manchester United memperoleh pengurangan kewajiban finansial dari kontrak pelatih yang telah mereka pecat beberapa bulan sebelumnya.

Pada akhirnya, perjalanan Amorim dari Manchester United menuju AC Milan bukan hanya menarik dari sisi sepak bola. Perpindahan tersebut juga memperlihatkan bagaimana sebuah keputusan perekrutan dan pemecatan dapat memiliki konsekuensi finansial yang berlangsung jauh setelah seorang pelatih meninggalkan klub.

Manchester United memang tetap harus membayar kompensasi kepada Amorim. Namun, dengan sang pelatih kembali mendapatkan pekerjaan, klub berhasil mengurangi beban yang sebelumnya berpotensi mencapai 16,7 juta poundsterling.

AC Milan pun secara tidak langsung membantu Manchester United menghemat jutaan poundsterling dari kewajiban tersebut.

Bagi Amorim, fokusnya kini beralih sepenuhnya kepada tantangan baru di San Siro. Sedangkan bagi Manchester United, berkurangnya nilai kompensasi menjadi salah satu konsekuensi finansial dari perubahan besar yang terjadi di kursi pelatih.

Kepindahan tersebut akhirnya menjadi situasi yang mempertemukan kepentingan tiga pihak: Amorim mendapatkan pekerjaan baru, AC Milan mendapatkan pelatih baru, sementara Manchester United dapat mengurangi sebagian beban finansial dari pemecatan sang pelatih.