David Alaba akhirnya menemukan pelabuhan baru setelah cukup lama berstatus tanpa klub. Mantan bek Real Madrid tersebut secara mengejutkan melanjutkan karier di Italia bersama Udinese, klub yang saat ini berada di papan bawah klasemen sementara Serie A.
Kepindahan tersebut menjadi salah satu kejutan pada penghujung bursa transfer. Alaba sebelumnya diperkirakan masih akan menjadi incaran sejumlah klub besar Eropa setelah meninggalkan Real Madrid. Namun, pemain asal Austria itu justru memilih Udinese sebagai destinasi berikutnya.
Udinese mengumumkan perekrutan Alaba pada Kamis, 24 September 2026. Pemain berusia 34 tahun tersebut bergabung dengan status bebas transfer setelah kontraknya bersama Real Madrid berakhir pada musim panas 2026.
Ia menandatangani kontrak hingga akhir musim 2026-2027.
Kedatangan Alaba sekaligus mengakhiri periode tanpa klub yang dijalani sang pemain setelah meninggalkan Santiago Bernabeu. Sebelumnya, Alaba sempat dikaitkan dengan sejumlah klub dari berbagai kompetisi, tetapi tidak ada kesepakatan yang terwujud hingga akhirnya Udinese datang dengan tawaran konkret.
Dari Real Madrid ke Udinese
Nama Alaba tentu jauh lebih besar dibandingkan status Udinese saat ini di Serie A.
Selama bertahun-tahun, bek kelahiran Wina tersebut terbiasa bermain di level tertinggi sepak bola Eropa. Ia menghabiskan sebagian besar kariernya bersama Bayern Munchen sebelum pindah ke Real Madrid pada 2021.
Bersama Bayern, Alaba menjelma menjadi salah satu pemain penting klub. Ia bukan hanya berpengalaman sebagai bek tengah, tetapi juga pernah bermain sebagai bek kiri maupun gelandang.
Koleksi trofinya pun sangat panjang.
Alaba memenangkan 10 gelar Bundesliga bersama Bayern, sebelum melanjutkan kesuksesan di Spanyol bersama Real Madrid. Di ibu kota Spanyol, ia membantu Los Blancos meraih dua gelar LaLiga dan sejumlah trofi bergengsi lainnya.
Empat gelar Liga Champions juga menjadi bagian dari koleksi Alaba.
Dengan pencapaian tersebut, kedatangan Alaba membuat Udinese mendapatkan pemain dengan pengalaman juara yang sangat besar.
Bahkan, Alaba kini tercatat sebagai pemain dengan koleksi trofi terbanyak di Serie A. Jumlah gelarnya membuat ia melewati mantan rekan setimnya di Real Madrid, Luka Modric, yang juga melanjutkan karier di Italia.
Udinese Sedang Berjuang di Papan Bawah
Menariknya, Alaba tidak bergabung dengan klub yang sedang bersaing memperebutkan gelar juara Serie A.
Udinese saat ini menempati posisi ke-13 klasemen sementara. Dari lima pertandingan yang sudah dimainkan, mereka baru mengumpulkan satu kemenangan dan satu hasil imbang, sementara tiga pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan.
Kondisi tersebut membuat kehadiran Alaba diharapkan dapat memberikan tambahan pengalaman sekaligus kualitas bagi lini belakang Udinese.
Situasi pertahanan memang menjadi salah satu persoalan yang harus diperhatikan Udinese. Hingga lima pertandingan awal musim, mereka telah kebobolan 11 gol.
Kedatangan bek berpengalaman seperti Alaba pun menjadi langkah yang cukup penting bagi klub yang bermarkas di Stadio Friuli tersebut.
Pelatih Udinese, Kosta Runjaic, kini memiliki opsi tambahan di lini pertahanan. Alaba bisa memberikan pengalaman yang berbeda karena sudah bertahun-tahun bermain dalam pertandingan besar, baik di kompetisi domestik maupun Liga Champions.
Alaba Ingin Kembali Bersaing
Keputusan Alaba bergabung dengan Udinese juga menjadi kesempatan bagi sang pemain untuk membangun kembali kariernya setelah beberapa musim terakhir diganggu cedera.
Alaba mengalami cedera lutut serius pada Desember 2023 yang membuatnya harus menepi dalam waktu panjang. Setelah kembali, ia tidak lagi mendapatkan menit bermain sebanyak ketika berada dalam kondisi terbaiknya.
Dalam dua musim terakhir bersama Real Madrid, jumlah penampilan Alaba juga terbatas.
Pada musim 2024-2025, ia hanya tampil dalam 14 pertandingan di seluruh kompetisi. Musim berikutnya, jumlah tersebut hanya sedikit meningkat menjadi 16 pertandingan.
Situasi itu membuat Alaba membutuhkan tantangan baru sekaligus kesempatan untuk kembali mendapatkan peran yang lebih besar.
Sebelum resmi bergabung dengan Udinese, Alaba juga sempat dikaitkan dengan sejumlah klub. Minat datang dari berbagai negara, termasuk klub di Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Eropa.
Namun, pada akhirnya Italia menjadi pilihan.
Alaba bahkan sudah menjalani pemeriksaan medis di Roma sebelum seluruh proses kepindahannya dirampungkan. Setelah lolos pemeriksaan tersebut, ia kemudian melanjutkan perjalanan menuju markas Udinese untuk menyelesaikan proses administrasi.
Membawa Mental Juara ke Udinese
Alaba menyadari bahwa dirinya datang ke lingkungan yang berbeda dari Bayern Munchen maupun Real Madrid.
Jika sebelumnya ia terbiasa bermain untuk klub yang hampir selalu dituntut memenangkan setiap pertandingan, kini ia bergabung dengan Udinese yang sedang berusaha memperbaiki posisi di klasemen.
Namun, sang pemain tidak melihat situasi tersebut sebagai kemunduran.
Sebaliknya, Alaba membawa ambisi untuk kembali bersaing dan meraih sesuatu bersama klub barunya.
"Saya punya banyak pengalaman dan trofi sepanjang karier saya, tetapi satu hal tidak berubah: saya ingin kembali bersaing dan menjadi juara," ujar Alaba seperti dikutip dari situs resmi Udinese.
Ia juga menegaskan bahwa mental tersebut akan dibawanya dalam petualangan baru di Italia.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa Alaba belum menganggap perjalanan kariernya selesai meski sudah memasuki usia 34 tahun.
Kini tantangan berikutnya adalah mengembalikan kebugaran dan mendapatkan ritme pertandingan setelah cukup lama tidak bermain di level klub.
Debut Menanti pada Oktober
Alaba belum langsung bisa tampil untuk Udinese dalam waktu dekat.
Setelah periode jeda internasional, Udinese dijadwalkan kembali bertanding pada 12 Oktober dengan menghadapi Torino di laga tandang.
Pertandingan tersebut berpotensi menjadi panggung pertama Alaba bersama klub barunya, apabila sang pemain dinilai siap secara fisik dan teknis.
Kehadiran Alaba juga menjadi perjudian yang menarik bagi Udinese. Mereka mendapatkan pemain dengan pengalaman luar biasa tanpa harus membayar biaya transfer karena sang pemain berstatus bebas transfer.
Di sisi lain, klub tentu berharap riwayat cedera Alaba tidak kembali menghambat kontribusinya.
Bagi Alaba sendiri, kepindahan ke Udinese menjadi babak baru setelah lima tahun memperkuat Real Madrid.
Ia datang ke Italia bukan sekadar sebagai mantan pemain klub raksasa Eropa, tetapi sebagai salah satu pemain paling berpengalaman yang kini tampil di Serie A.
Tugasnya pun cukup jelas: membantu Udinese keluar dari situasi sulit di awal musim sekaligus membuktikan bahwa dirinya masih mampu bersaing di level tertinggi.
Setelah hampir tiga bulan tanpa klub, Alaba akhirnya kembali memiliki tim. Kali ini, tantangan tersebut datang dari Udinese, klub peringkat ke-13 Serie A yang berharap pengalaman sang juara dapat membawa perubahan di lini pertahanan mereka.
