Bruno Fernandes menjadi salah satu pemain Manchester United yang paling banyak mendapat sorotan setelah kekalahan telak dari Liverpool. Namun, di tengah derasnya kritik, Erik ten Hag memilih memberikan pembelaan kepada gelandang asal Portugal tersebut.

Manchester United mengalami salah satu kekalahan terburuk dalam sejarah rivalitas mereka dengan Liverpool ketika bertandang ke Anfield pada 5 Maret 2023.

Tidak tanggung-tanggung, Setan Merah dipermalukan dengan skor 0-7. Liverpool mencetak satu gol pada babak pertama melalui Cody Gakpo, sebelum menambah enam gol setelah jeda.

Darwin Nunez dan Mohamed Salah masing-masing mencetak dua gol, sementara Gakpo juga menyumbangkan gol keduanya. Roberto Firmino kemudian melengkapi pesta Liverpool menjelang pertandingan berakhir.

Kekalahan tersebut menjadi yang terberat bagi Manchester United dalam 92 tahun.

Tidak mengherankan jika hampir seluruh pemain MU mendapat kritik. Namun, perhatian khusus tertuju kepada Bruno Fernandes.

Sebagai salah satu pemain senior sekaligus kapten ketika Harry Maguire tidak berada di lapangan, Fernandes dianggap gagal menunjukkan kepemimpinan yang dibutuhkan ketika tim sedang berada dalam situasi sulit.

Sikap Fernandes Jadi Sorotan

Performa Fernandes di Anfield menjadi perbincangan bukan hanya karena kontribusinya di lapangan, tetapi juga sejumlah gestur yang ditunjukkannya sepanjang pertandingan.

Gelandang Portugal tersebut terlihat beberapa kali menunjukkan rasa frustrasi ketika Manchester United kesulitan menghadapi tekanan Liverpool.

Salah satu momen yang mendapat sorotan terjadi ketika Fernandes tampak meminta untuk diganti setelah timnya tertinggal jauh.

Namun, laporan mengenai pertandingan tersebut kemudian menyebut gestur itu tidak dimaksudkan sebagai permintaan untuk ditarik keluar.

Fernandes juga terlihat melakukan kontak dengan asisten wasit pada babak kedua. Meski demikian, tidak ada hukuman tambahan yang diberikan kepadanya atas insiden tersebut.

Setelah pertandingan, kritik terhadap Fernandes semakin besar.

Mantan pemain Manchester United sekaligus pundit Sky Sports, Gary Neville, menjadi salah satu pihak yang secara terbuka menyoroti perilaku sang gelandang.

Neville menilai bahasa tubuh Fernandes tidak mencerminkan sikap seorang pemain yang berada dalam situasi sulit bersama tim.

Kritik serupa juga muncul dari Roy Keane.

Bahkan, muncul seruan agar Fernandes tidak lagi mengenakan ban kapten Manchester United.

Situasi tersebut membuat posisi Fernandes sebagai pemimpin tim dipertanyakan.

Ten Hag Tetap Percaya

Erik ten Hag ternyata tidak mengambil keputusan dengan cara yang sama.

Pelatih asal Belanda tersebut tetap memberikan kepercayaan kepada Fernandes.

Ketika ditanya apakah Fernandes masih akan menjadi kapten Manchester United saat Harry Maguire tidak bermain, Ten Hag memberikan jawaban tegas.

Menurutnya, Fernandes tetap memiliki peran penting dalam perjalanan Manchester United sepanjang musim tersebut.

Ten Hag mengakui bahwa Fernandes melakukan kesalahan ketika menghadapi Liverpool. Namun, satu pertandingan tidak menghapus kontribusi yang telah diberikan sang pemain sepanjang musim.

Bagi Ten Hag, Fernandes tetap merupakan pemain penting dalam struktur timnya.

Ia juga menilai sang gelandang mampu memberikan energi dan menjadi inspirasi bagi rekan-rekan setimnya.

"Bruno menjalani musim yang brilian dan memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan kami hingga posisi sekarang," kata Ten Hag.

Pelatih tersebut juga menekankan bahwa tidak ada pemain yang sempurna.

Setiap pemain dapat melakukan kesalahan, termasuk Fernandes.

Yang terpenting, menurut Ten Hag, adalah bagaimana pemain tersebut mengambil pelajaran dari kesalahan yang dilakukan.

"Saya senang memiliki Bruno Fernandes di tim dan dia adalah kapten kami ketika Harry tidak berada di lapangan," ujar Ten Hag.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bentuk kepercayaan terbuka dari sang pelatih kepada pemain yang didatangkan Manchester United dari Sporting CP pada Januari 2020.

Musim Fernandes Sebelum Anfield

Pembelaan Ten Hag tidak muncul tanpa alasan.

Sebelum pertandingan di Anfield, Fernandes memang menjadi salah satu pemain penting Manchester United pada musim 2022-2023.

Ia memainkan peran besar dalam sistem permainan Ten Hag dan menjadi salah satu sumber kreativitas utama Setan Merah.

Manchester United bahkan datang ke Anfield dengan modal yang cukup positif.

Mereka baru saja memenangkan Piala Liga Inggris dan hanya mengalami satu kekalahan dalam 22 pertandingan sebelum menghadapi Liverpool.

Situasi tersebut membuat kekalahan 0-7 terasa semakin mengejutkan.

Ten Hag sendiri tidak menutupi kekecewaannya setelah pertandingan. Ia menilai timnya tampil tidak profesional, terutama setelah babak pertama.

Manchester United sebenarnya masih berada dalam pertandingan hingga menjelang akhir babak pertama. Liverpool baru membuka keunggulan melalui Gakpo pada menit ke-43.

Namun, setelah turun minum, situasi berubah total.

United kehilangan kendali dan Liverpool memanfaatkan hampir setiap kesalahan yang dilakukan lawannya.

Enam gol tambahan tercipta pada babak kedua.

Rashford Ikut Membela

Fernandes tidak hanya mendapatkan dukungan dari Ten Hag.

Marcus Rashford juga memberikan pembelaan terhadap rekan setimnya.

Rashford menilai Fernandes tetap merupakan pemain yang sangat penting bagi Manchester United, terutama bagi para pemain depan.

Menurut Rashford, karakter Fernandes sebagai pengumpan dan pencipta peluang membuatnya menjadi pemain yang ideal untuk mendukung lini serang.

Ia juga melihat Fernandes sebagai pemimpin yang tetap memberikan pengaruh meskipun tidak selalu mengenakan ban kapten.

Bagi Rashford, kepemimpinan dalam sebuah tim tidak semestinya hanya bergantung kepada satu pemain.

Beberapa pemain harus mengambil tanggung jawab bersama-sama, terutama ketika pertandingan berjalan sulit.

Pandangan tersebut sejalan dengan argumentasi Ten Hag bahwa kesalahan seorang pemain dalam satu pertandingan tidak otomatis menghapus kontribusinya secara keseluruhan.

Kekalahan yang Harus Segera Dilupakan

Bagi Manchester United, persoalan terbesar setelah kekalahan dari Liverpool bukan hanya kritik terhadap Fernandes.

Tim secara keseluruhan harus segera bangkit.

Ten Hag sendiri menyebut kekalahan tersebut sebagai sesuatu yang tidak mencerminkan Manchester United yang ingin ia bangun.

Pada babak pertama, United masih mampu menciptakan sejumlah peluang. Mereka bahkan memiliki kesempatan untuk mencetak gol sebelum Liverpool membuka keunggulan.

Namun, setelah Gakpo mencetak gol, permainan Manchester United berubah drastis.

Kesalahan dalam transisi bertahan, buruknya pengambilan keputusan, serta kegagalan menjaga organisasi permainan membuat Liverpool semakin mudah mengeksploitasi ruang.

Ten Hag menilai para pemainnya tidak menunjukkan reaksi yang semestinya setelah tertinggal.

Karena itu, pembahasan mengenai Fernandes harus ditempatkan dalam konteks yang lebih luas.

Ia memang melakukan sejumlah kesalahan dan gesturnya mendapat sorotan. Namun, kekalahan 0-7 tersebut merupakan kegagalan kolektif Manchester United.

Ban Kapten Tetap Milik Fernandes

Pada akhirnya, Ten Hag tidak mengubah keputusannya.

Fernandes tetap menjadi kapten Manchester United ketika Maguire tidak berada di lapangan.

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa sang pelatih lebih memilih mempertimbangkan kontribusi pemain secara keseluruhan daripada menjatuhkan keputusan hanya berdasarkan satu pertandingan.

Ten Hag mengakui Fernandes perlu belajar dari apa yang terjadi di Anfield. Namun, ia juga percaya pemain tersebut cukup cerdas untuk melakukan evaluasi.

Bagi Fernandes, pertandingan melawan Liverpool menjadi salah satu malam paling sulit sejak bergabung dengan Manchester United.

Ia mendapat kritik keras, termasuk terkait sikap dan kepemimpinannya.

Namun, kepercayaan dari Ten Hag tidak berubah.

Pelatih Manchester United tersebut tetap melihat Fernandes sebagai salah satu bagian penting dari proyeknya.

Kini, tantangan bagi sang gelandang bukan sekadar menjawab kritik dengan pernyataan.

Fernandes harus menunjukkannya di atas lapangan.

Manchester United memiliki kesempatan untuk bangkit setelah malam buruk di Anfield. Respons Fernandes dan rekan-rekannya dalam pertandingan berikutnya akan menjadi bagian penting dari proses pemulihan.

Sementara itu, keputusan Ten Hag sudah jelas: satu pertandingan buruk tidak membuatnya mencabut kepercayaan kepada Bruno Fernandes.

Bagi sang pelatih, Fernandes memang melakukan kesalahan. Tetapi seorang kapten tidak dinilai hanya dari satu malam ketika semuanya berjalan buruk. Yang lebih penting adalah bagaimana ia dan seluruh tim belajar dari kekalahan tersebut dan memberikan respons setelahnya.