Manchester United tengah menghadapi salah satu periode sulit pada musim 2022/2023. Kekalahan telak 0-7 dari Liverpool di Anfield tidak hanya meninggalkan persoalan dari sisi hasil pertandingan, tetapi juga memunculkan sorotan terhadap sejumlah pemain, termasuk kapten mereka, Bruno Fernandes.
Fernandes menjadi salah satu pemain Manchester United yang paling banyak mendapatkan kritik setelah kekalahan tersebut. Sikap dan gesturnya sepanjang pertandingan menjadi perhatian, terutama ketika Manchester United kehilangan kendali permainan pada babak kedua.
Sejumlah mantan pemain Manchester United turut memberikan sorotan terhadap pemain asal Portugal tersebut. Kritik terutama diarahkan pada bahasa tubuh Fernandes, reaksi emosionalnya di lapangan, serta sejumlah tindakan yang dianggap tidak mencerminkan sosok pemimpin.
Meski demikian, manajer Manchester United Erik ten Hag tidak mengambil langkah untuk mencopot Fernandes dari posisi kapten. Pelatih asal Belanda tersebut justru memberikan pembelaan sekaligus menegaskan bahwa Fernandes tetap merupakan bagian penting dari tim.
Ten Hag mengakui bahwa pertandingan melawan Liverpool merupakan pengalaman buruk bagi Manchester United. Namun, ia menilai hasil tersebut tidak seharusnya menghapus seluruh kontribusi yang telah diberikan Fernandes sepanjang musim.
Menurut Ten Hag, Fernandes telah memainkan peran penting dalam perjalanan Manchester United hingga berada di posisi yang lebih kompetitif. Selain memberikan kontribusi teknis di lapangan, gelandang tersebut juga dinilai memiliki pengaruh terhadap rekan-rekannya.
"Dia menjalani musim yang luar biasa dan memainkan peran yang sangat penting dalam posisi kami saat ini," ujar Ten Hag, seperti diberitakan The Guardian.
Ten Hag juga menyoroti energi yang diberikan Fernandes ketika berada di lapangan. Sang pemain tidak hanya aktif dalam permainan dengan bola, tetapi juga terlibat dalam pressing dan membantu mengarahkan rekan-rekannya.
Bagi Ten Hag, karakter tersebut menjadi salah satu alasan mengapa dirinya tetap mempercayakan ban kapten kepada Fernandes ketika Harry Maguire tidak bermain.
Pelatih Manchester United itu tidak menutup mata terhadap kesalahan yang dilakukan Fernandes saat menghadapi Liverpool. Namun, menurutnya, kesalahan dalam sebuah pertandingan tidak otomatis menghapus kualitas maupun kontribusi seorang pemain.
"Tak ada seorang pun yang sempurna. Semua orang bisa melakukan kesalahan. Kami harus belajar, dan dia juga harus belajar," kata Ten Hag.
Sikap Ten Hag tersebut sekaligus menunjukkan bahwa dirinya tidak ingin menjadikan satu pertandingan sebagai dasar untuk menilai keseluruhan performa Fernandes.
Manchester United memang tampil buruk ketika menghadapi Liverpool. Setelah hanya tertinggal satu gol pada babak pertama, permainan mereka runtuh setelah jeda. Liverpool kemudian mencetak enam gol tambahan dan mencatat kemenangan terbesar dalam sejarah pertemuan kedua klub.
Fernandes menjadi salah satu pemain yang paling disorot dalam pertandingan tersebut. Ia terlihat frustrasi ketika Manchester United kesulitan mengembangkan permainan. Beberapa gesturnya juga mendapat perhatian luas setelah pertandingan.
Kritik kemudian berkembang menjadi perdebatan mengenai kepemimpinan Fernandes. Sejumlah pengamat dan mantan pemain menilai seorang kapten seharusnya mampu menjaga ketenangan serta memberikan contoh kepada pemain lain, terutama ketika tim berada dalam situasi sulit.
Roy Keane dan Gary Neville termasuk di antara mantan pemain Manchester United yang pernah mempertanyakan aspek kepemimpinan Fernandes setelah pertandingan tersebut. Kritik itu bukan semata-mata berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga dengan cara sang gelandang mengekspresikan emosinya di lapangan.
Namun, Ten Hag memiliki pandangan berbeda mengenai karakter Fernandes. Ia melihat emosi pemain tersebut sebagai bagian dari kepribadiannya sekaligus salah satu sumber energinya dalam bermain.
Meski begitu, Ten Hag sebelumnya juga pernah meminta Fernandes untuk mengendalikan emosinya. Menurutnya, gairah yang dimiliki Fernandes dapat menjadi kekuatan apabila digunakan secara tepat, tetapi berpotensi menjadi masalah ketika tidak terkendali.
"Emosinya adalah senjata utamanya. Terkadang memang berlebihan dan tentu saya mencoba membantunya, mendukungnya, serta memberikan masukan," ujar Ten Hag dalam kesempatan sebelumnya.
Pelatih berusia 53 tahun itu menilai Fernandes perlu menemukan keseimbangan antara emosi dan logika ketika berada di lapangan. Proses tersebut dianggap sebagai bagian dari perkembangan sang pemain sebagai individu sekaligus pemimpin.
Di sisi lain, Ten Hag menegaskan bahwa dirinya tidak melihat Fernandes sebagai sumber persoalan Manchester United. Kekalahan dari Liverpool dinilai sebagai kegagalan tim secara keseluruhan, sehingga tanggung jawab tidak seharusnya dibebankan kepada satu pemain.
"Kami menang bersama dan kami kalah bersama," ujar Ten Hag setelah kekalahan dari Liverpool.
Pernyataan tersebut memperlihatkan pendekatan Ten Hag dalam menghadapi tekanan setelah kekalahan besar. Alih-alih mencari satu pihak untuk disalahkan, ia memilih meminta para pemain mengevaluasi pertandingan dan segera mengalihkan perhatian kepada laga berikutnya.
Dukungan Ten Hag juga mendapat respons positif dari sejumlah pemain Manchester United. Marcus Rashford, misalnya, pernah menyatakan bahwa dirinya menikmati bermain bersama Fernandes. Menurut Rashford, Fernandes memberikan kontribusi penting kepada para pemain di sekitarnya dan mampu membantu menciptakan peluang bagi lini depan.
Fernandes sendiri dikenal sebagai pemain yang memiliki gaya bermain agresif dan berani mengambil risiko. Ia sering mencoba umpan vertikal, operan terobosan, maupun keputusan yang bertujuan langsung menciptakan peluang.
Gaya tersebut memang memiliki konsekuensi. Ketika keputusan Fernandes berhasil, kontribusinya dapat menghasilkan peluang dan gol. Sebaliknya, ketika umpan atau keputusannya gagal, ia juga berpotensi kehilangan penguasaan bola dan mendapatkan kritik.
Data performa Fernandes sejak bergabung dengan Manchester United menunjukkan bahwa karakter bermain tersebut bukan sesuatu yang baru. Ia memang memiliki kecenderungan untuk mengambil risiko dalam penguasaan bola, tetapi pada saat yang sama juga menjadi salah satu pemain yang konsisten menciptakan peluang.
Sky Sports sebelumnya mencatat bahwa sejak Fernandes menjalani debut di Premier League bersama Manchester United, hanya Kevin De Bruyne yang menciptakan lebih banyak peluang dibandingkan dirinya dalam periode tersebut. Statistik itu menjadi salah satu gambaran mengenai besarnya kontribusi Fernandes dalam membangun serangan.
Karena itu, penilaian terhadap Fernandes tidak dapat dilepaskan hanya dari satu pertandingan. Performa buruk melawan Liverpool tetap menjadi bagian dari catatan musim tersebut, tetapi kontribusinya dalam pertandingan-pertandingan lain juga menjadi pertimbangan Ten Hag dalam mempertahankan kepercayaan kepadanya.
Tak lama setelah kekalahan dari Liverpool, Manchester United memiliki kesempatan untuk merespons kritik tersebut. Ten Hag meminta para pemainnya mengambil pelajaran dari kekalahan besar itu dan menunjukkan reaksi di pertandingan berikutnya.
Bagi Fernandes, situasi tersebut menjadi ujian lain terhadap kapasitasnya sebagai kapten. Ia harus menunjukkan bahwa kritik yang muncul dapat dijadikan bahan evaluasi, sekaligus membuktikan kembali kontribusinya terhadap tim.
Ten Hag pada akhirnya tetap menempatkan kepercayaan kepada Fernandes. Menurutnya, seorang pemimpin tidak harus selalu tampil sempurna. Yang lebih penting adalah kemampuan untuk melakukan evaluasi, memperbaiki kesalahan, dan kembali memberikan kontribusi kepada tim.
Fernandes pun tetap menjadi salah satu pemain sentral dalam proyek Ten Hag di Manchester United. Di tengah kritik terhadap sikap dan performanya, pelatih tersebut masih melihat kualitas, energi, kreativitas, serta karakter kepemimpinan yang dibutuhkan tim.
Kekalahan dari Liverpool menjadi salah satu titik terendah Manchester United pada musim itu. Namun, bagi Ten Hag, pertandingan tersebut juga harus menjadi bahan pembelajaran.
Manchester United dituntut segera bangkit, sementara Fernandes berada di bawah sorotan lebih besar karena statusnya sebagai kapten. Dukungan yang diberikan Ten Hag menunjukkan bahwa sang pelatih masih memberikan ruang kepada Fernandes untuk memperbaiki kekurangannya sekaligus mempertahankan peran pentingnya di dalam skuad.
Dengan demikian, polemik mengenai kepemimpinan Fernandes belum berhenti hanya karena kritik yang muncul setelah kekalahan dari Liverpool. Perdebatan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan Manchester United di bawah Ten Hag, sementara Fernandes dituntut menunjukkan respons melalui penampilan dan kepemimpinannya di pertandingan-pertandingan berikutnya.
