Masa depan Michael Carrick sebagai manajer Manchester United kembali menjadi sorotan. Hasil kurang meyakinkan pada awal musim 2026/2027 membuat posisi pelatih asal Inggris tersebut mulai dikaitkan dengan kemungkinan perubahan, sementara nama Antonio Conte disebut-sebut sebagai salah satu kandidat yang berpotensi menggantikannya.

Manchester United memang belum secara resmi memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Carrick. Namun, performa tim yang belum konsisten membuat isu mengenai masa depan sang pelatih kembali muncul.

Salah satu nama yang kemudian mencuat adalah Antonio Conte. Pelatih asal Italia tersebut saat ini berstatus tanpa klub setelah meninggalkan Napoli pada akhir musim lalu.

Laporan dari media Italia menyebut Manchester United mulai mempertimbangkan Conte sebagai salah satu opsi apabila klub pada akhirnya memutuskan untuk mengganti Carrick. Bahkan, sejumlah laporan menyebut Conte berada di posisi teratas dalam daftar kandidat.

Meski demikian, informasi tersebut belum sepenuhnya mendapatkan konfirmasi dari Manchester United.

Laporan lain menyebut tidak ada kontak resmi antara Manchester United dan Conte. Sumber yang dikutip sejumlah media Inggris menyatakan bahwa klub belum melakukan pendekatan kepada mantan pelatih Chelsea dan Tottenham Hotspur tersebut.

Situasi ini membuat kabar mengenai Conte perlu ditempatkan sebagai rumor mengenai kemungkinan calon pengganti, bukan sebagai indikasi bahwa Manchester United telah mengambil keputusan untuk memecat Carrick.

Awal Musim Jadi Sorotan

Carrick menghadapi tekanan setelah Manchester United mengawali musim 2026/2027 dengan hasil yang belum sesuai harapan.

Dalam lima pertandingan pertama Premier League, Manchester United hanya mengumpulkan lima poin. Setan Merah juga harus menelan kekalahan dari Manchester City dalam derby Manchester.

Masalah semakin besar ketika United gagal mempertahankan keunggulan dua gol saat menghadapi Brighton & Hove Albion di ajang Piala Liga Inggris. Manchester United akhirnya kalah 2-3 di Old Trafford dan tersingkir dari kompetisi tersebut.

Hasil itu membuat perhatian terhadap posisi Carrick semakin meningkat.

Manchester United kemudian hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Fulham. Tim asuhan Carrick membutuhkan gol yang berasal dari tembakan Matheus Cunha yang berubah arah untuk menyelamatkan satu poin.

Rangkaian hasil tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan Manchester United untuk bersaing dalam perebutan posisi teratas Premier League.

Namun, manajemen klub belum menunjukkan tanda-tanda akan melakukan pergantian pelatih secara terburu-buru.

Laporan dari TEAMtalk menyebut Manchester United masih memberikan dukungan kepada Carrick. Klub juga disebut tidak memiliki keinginan untuk melakukan perubahan mendadak hanya karena rangkaian hasil buruk pada awal musim.

Carrick sendiri menyadari bahwa dirinya bertanggung jawab terhadap performa tim.

Dalam konferensi pers pada September 2026, mantan gelandang Manchester United tersebut mengatakan dirinya tidak ingin terlalu memikirkan masa depan atau berapa lama akan bertahan di kursi pelatih.

Menurut Carrick, fokus utama saat ini adalah memperbaiki performa Manchester United.

Ia juga menegaskan bahwa persoalan yang dihadapi klub tidak seharusnya berubah menjadi upaya saling menyalahkan. Carrick menyatakan dirinya siap menerima tanggung jawab dan lebih memilih mencari solusi bersama tim.

Conte Punya Pengalaman di Premier League

Jika Manchester United pada akhirnya membutuhkan pelatih baru, Conte memiliki pengalaman yang cukup panjang di Premier League.

Pelatih berusia 57 tahun tersebut pernah menangani Chelsea pada 2016 hingga 2018. Pada musim pertamanya di Stamford Bridge, Conte membawa Chelsea menjadi juara Premier League.

Ia kemudian melanjutkan perjalanan ke Tottenham Hotspur. Conte menangani Spurs sejak November 2021 hingga Maret 2023 sebelum hubungan keduanya berakhir.

Pengalaman tersebut membuat Conte tidak asing dengan tuntutan sepak bola Inggris.

Selain pengalaman di Premier League, Conte juga memiliki rekam jejak panjang di Italia. Ia pernah menangani Juventus, Inter Milan, dan Napoli.

Bersama Napoli, Conte meraih gelar Serie A pada musim 2024/2025. Ia juga memenangkan Supercoppa Italiana sebelum meninggalkan klub pada 2026.

Dengan pengalaman tersebut, Conte menjadi salah satu nama yang secara alami muncul ketika klub besar Eropa membutuhkan pelatih dengan pengalaman menangani tim papan atas.

Manchester United Belum Mengambil Keputusan

Meski namanya ramai dikaitkan dengan Manchester United, belum ada kepastian bahwa Conte akan menjadi pelatih berikutnya di Old Trafford.

Manchester United disebut masih memberikan kesempatan kepada Carrick untuk memperbaiki keadaan.

Kondisi tersebut penting karena keputusan mengganti pelatih di tengah musim bukan perkara sederhana. Klub harus mempertimbangkan aspek teknis, finansial, serta rencana jangka panjang sebelum mengambil keputusan.

Laporan terbaru juga menunjukkan adanya perbedaan antara pemberitaan mengenai kandidat pelatih baru dan informasi dari sumber yang dekat dengan Manchester United.

Media Italia menyebut Conte masuk radar United. Namun, sumber yang dikutip media Inggris mengatakan belum ada komunikasi antara Manchester United dan Conte.

Dengan demikian, untuk saat ini Conte lebih tepat disebut sebagai nama yang dikaitkan dengan posisi pelatih Manchester United apabila klub memutuskan berpisah dengan Carrick.

Conte Masih Menunggu Proyek yang Tepat

Status Conte sebagai pelatih tanpa klub membuat namanya relatif mudah dikaitkan dengan klub yang membutuhkan pergantian manajer.

Setelah meninggalkan Napoli, Conte disebut sedang menunggu proyek yang sesuai sebelum menentukan langkah berikutnya.

Kariernya menunjukkan bahwa Conte memiliki pengalaman mengambil alih klub dalam situasi yang membutuhkan perubahan. Ia pernah datang ke Tottenham pada pertengahan musim 2021/2022 setelah klub London tersebut memecat Nuno Espirito Santo.

Namun, Conte juga dikenal sebagai pelatih yang memiliki tuntutan tinggi terhadap klub dan skuad yang ditanganinya. Karena itu, apabila Manchester United benar-benar mempertimbangkan Conte, keputusan tersebut tidak hanya berkaitan dengan reputasi sang pelatih, tetapi juga kesesuaian proyek yang ditawarkan.

Carrick Masih Punya Kesempatan

Di tengah rumor mengenai Conte, posisi Carrick belum berubah.

Manchester United masih memiliki sejumlah pertandingan untuk memperbaiki posisi mereka. Carrick pun menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terpengaruh oleh spekulasi mengenai masa depan.

Menurutnya, fokus terhadap kemungkinan pemecatan justru tidak akan membantu tim menyelesaikan persoalan yang ada.

Manchester United membutuhkan peningkatan performa setelah awal musim yang mengecewakan. Carrick harus membawa timnya kembali meraih kemenangan sekaligus menunjukkan perkembangan dari sisi permainan.

Pertandingan-pertandingan berikutnya pun akan menjadi bagian dari evaluasi terhadap kinerja Carrick.

Di sisi lain, Manchester United tetap dapat melakukan persiapan apabila situasi tidak berubah. Menjajaki sejumlah kandidat bukan berarti klub telah memutuskan untuk memecat pelatih yang sedang menjabat.

Sebelumnya, sejumlah nama lain juga dikaitkan dengan posisi tersebut, termasuk Julian Nagelsmann, Thomas Tuchel, Eddie Howe, Kieran McKenna, dan Unai Emery.

Hal ini menunjukkan bahwa spekulasi mengenai kursi pelatih Manchester United tidak hanya berpusat pada Conte.

Untuk saat ini, Carrick masih menjadi sosok yang bertanggung jawab memimpin Manchester United. Sementara itu, Conte tetap menjadi salah satu nama yang muncul dalam pemberitaan mengenai kemungkinan perubahan di kursi manajer.

Jika performa Manchester United membaik, spekulasi mengenai pergantian pelatih berpotensi mereda. Sebaliknya, apabila hasil buruk berlanjut, pembahasan mengenai masa depan Carrick dan calon penggantinya kemungkinan kembali menguat.

Dengan demikian, Antonio Conte belum dapat disebut sebagai pengganti Carrick. Namanya baru berada dalam pusaran rumor mengenai kandidat potensial apabila Manchester United nantinya mengambil keputusan untuk melakukan perubahan di kursi pelatih.

Keputusan akhir tetap berada di tangan manajemen Manchester United, sementara Carrick masih memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan dan mempertahankan posisinya di Old Trafford.